SMA Negeri 3 Pekalongan

Jalan Progo 28 Pekalongan

Telp. (0285) 421035 Fax. (0285)423846 Kota Pekalongan - Jawa Tengah

APEL PAGI Rabu 26 September 2018

Rabu, 26 September 2018 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 36 Kali

APEL PAGI SENIN 24 SEPTEMBER 2018

 

PETUGAS:

Pembina Apel : Drs. Abdur Rozak (Kepala Sekolah)
Pemimpin Apel : Heri Sutrisno, M.Kom
Protokol : Sri Hartini, S.Pd
Pembaca Do'a : H. Kholidin, S.Pd

 

 AMANAT PEMBINA:

Assalamu alaikum wr. Wb.

Alhamdulillah,...

Ashsholatu wassalamu ala rosulillah wa ala alihi washobbihi wwa man walah, Amma ba’du.

 

Bapak ibu guru dan staf karyawan SMA Negeri 3 Pekalongan peserta apel yang saya hormati, dan senatiasa Allah berikan keberkahan,

Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas kenikmatan yang Allah berikan kepada kita semua.

Melalui mimbar dan forum yang penting ini saya sampaikan tentang seruan untuk saling mengingatkan saling memberi nasihat saling asah asih asuh  dengan kesabaran dan penuh hikmah.

…Watawa shoubil haq watawa shoubishobri.

Saling mengingatkan yang dimaksud tidak terbatas pada masalah orang yang lebih mengerti kepada  orang  yang belum mengerti. Sebab bisa jadi orang yg lebih mengerti  tapi belum mengamalkan apa yang ia mengerti maka kepada yang demikianpun memerlukan nasihat . Artinya kepada semuanya antara kita memiliki haq dan kewajiban untuk saling mengingatkan. Apalagi kita manusia  mengakui  bahwa manusia penuh dengan kelemahan yaitu manusia tempatnya salah dan lupa.

Terkait dengan tanggung jawab saling mengingatkan maka pagi ini saya sampaikan hal berikut. Kita sebagai guru memiliki tanggung jawab terhadap persoalan pendidikan. Persoalan pendidikan sungguh banyak dan kompleks. Salah satunya adalah bisa jadi masalah itu justru datang dari kita yang memberi   kontribusi.  Maka sudah seharusnya kita sebagai guru menjadi bagian dari pelaku dan pemberi  solusi dari masalah pendidikan.

Peserta apel pagi yang dirahmati Allah SWT,…

Beberapa isu masalah pendidikan yang sempat saya kemukakan adalah kita sukses dalam schooling namun belum sukses dalam learning, yakni:

  • Siswa belum sebenar-benarnya belajar

Belajar adalah usaha sadar dan seterusnya…

Sudahkah siswa kita melakukan tindakan belajar di sekolah sebagaimana definisi belajar dia atas?  Rasanya harus kita akui belum banget! Tanggung jawab siapa ini jika kondisinya demikian? Kita semua! Siapa yang paling bertanggung jawab? Seluruh stake holder sesuai dengan kadar dan porsinya. Lalu sampai kapan kondisi ini harus diperbaiki? Saat ini juga !

 

  • Guru belum sepenuhnya melakukan tugas utama guru sebagai yang tercamtum dalam UU guru dan dosen no.14 tahun 2005 yakni mendidik,mengajar,mengarahkan,membimbing,melatih, menilai dan mengevaluai …dst.

Guru dianggap factor yang paling strategis dan menentukan dari perangkat proses pendidikan bangsa dibanding perangkat lain-lainya seperti kurikulum, sarana, dsb. Delapan Standar pendidikan jika dianalisis sampai pada intinya bahwa standar guru yang paling utama dan menentukan. Mengapa demikian? Bagaimanapun kondisi fasilitas sekolah/ pendidikan yang kurang belum memadai  namun dibawah guru-guru yang hebat maka pendidikan bisa menghasilkan produk pendidikan yang hebat. Gambarannya jelas tokoh pendidikan jaman dulu seperti Ki Hajar Dewantoro adalah guru yang maha hebat. Jika kita berpikir bahwa zaman dulu fasilitas pendidikan belum secanggih jaman sekarang. Tanpa laptop, intenet, dan fasilitas lain-lainnya namun bisa menghasilkan produk maha karya pendidikan yang monumental. Yakni karena Ki Hajar Dewantoro memiliki spirit meaning:

“ING NGARSA SUNG TULADHA, ING MADYA MANGUN KARSA, TUT WURI HANDAYANI”

Bisa jadi kita sebagai guru belum lengkap memenuhi  tiga yang satu dari ajaran Ki Hajar Dewantoro. Mungkin baru melaksanakan tut wuri handayani saja sebagai lambang dikbud belum ing ngarsa sung tuladha dan ing madya mangun karsa.

 

Peserta apel yang saya hormati,

Marilah melalui mimbar apel ini kita segera untuk melaksanakan tugas utama guru secara langkap dan bertanggung jawab untuk menjadi bagian dari pemberi solusi terhadap masalah pendidikan. Berusaha untuk tidak menjadi penyumbang permasalahan yang justru menghambat upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Permasalahan pendidikan negeri ini kompleks dan sulit namun kita untuk biasa bersedia menjadi bagian penyelesai persoalan karena kita guru penebar optimis dan harapan. Karena kita tahu orang optimis bilang “itu sulit tapi saya bisa melakukan” sedangkan orang pesimis berkata “itu bisa ,tapi saya sulit melakukannya”.

Semoga  Allah SWT memberkahi langkah kita,amiin YRA.

Wasslamu laikum wr.wb

  1. TULISAN TERKAIT

KATEGORI

...

Drs. Abdur Rozak

Puji syukur kepada Allah SWT yang Mahakuasa oleh karena nikmat dan karunia-Nya website SMA Negeri 3 Pekalongan berhasil di-launching untuk menjawab…

Selengkapnya